
JAKARTA – Secara nasional Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Maret 2015 mengalami penurunan 0,64% menjadi 101,53 dibandingkan bulan Februari yang sebesar 102,19.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, Senin (1/4/2015), mengatakan penurunan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,23%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,42%.
Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Timur mencapai 1,75% dibandingkan provinsi lainnya. Sedangkan NTP tertinggi pada Maret 2015 yakni provinsi Bangka Belitung sebesar 1,28%.
NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampun/daya beli petani di pedesaan.
Selain itu, NTP juga menunjukan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. (T3)