JALAN
· sifat tanah (tekstur dan struktur)
Waktu Pelaksanaan
Perencanaan
penimbunan/pengerasan jalan disesuaikan dengan kebutuhan kebun dengan
memperhatikan iklim setempat sehingga pekerjaan dapat dilakukan bukan pada
musim hujan
Pengajuan
rencana anggaran pekerjaan (RAP) dari kebun ke CEO harus sudah selesai pada
bulan Desember tahun sebelum berjalan. Data RAP yang harus dipersiapkan terdiri
atas peta jalan yang akan ditimbun/dikeraskan, disertai data panjang, lebar,
tebal penimbunan (MR, CR, dll) serta volume material yang akan digunakan
Peralatan
& sarana kerja yang diperlukan telah dipersiapkan dalam kondisi baik
Jenis
sarana pekerjaan : grader, excavator, buldozer, mining bucket, wheel loader,
dump truk, roller/vibrating compactor 6 ton dan lainnya
Bila
pakai kontraktor, harus disiapkan oleh kontraktor sesuai spesifikasi pekerjaan
Bahan
yang dipakai harus diutamakan yang tersedia di lokasi kebun dan sekitarnya
dengan mempertimbangkan jarak sumber bahan (quari) dengan lokasi penimbunan/
pengerasan jalan.
Quari
harus disurvey untuk menentukan kualitas dan kecukupan bahan.
Untuk melakukan perawatan jalan secara efektif kita harus
memperhatikan beberapa hal, Adapun teknik rawat jalan yang diterapkan
tergantung dari jenis kerusakan dan tujuan perawatan.
Jenis jalan yang akan dilaksanakan perawatan nya (Main Road,
Production Road, Collection Road, Harvesting Road, dll)
Kondisi Cuaca dan Iklim ( Curah hujan dan hari hujan, musim
penghujan atau kemarau)
Tenaga Kerja (jumlah tenaga rawat jalan)
Alat berat ( Roada Grader, excavator, truck dll)
Ketersediaan Batu padas, Sirtu dll
Perawatan jalan akses (acces road) harus lebih tinggi
proporsinya dari pada jalan lain, karena intensitas di lewati dan tingkat
dampak apabila rusak terhadap aspek lain lebih besar. Jalan utama ( Main Road)
menjadi prioritas selanjutnya, dilanjutkan dengan jalan collection dan jalan
kountur.
gunakan sebagai akses menuju kebun dari lingkungan luar (jalan utama untuk
keluar-masuk kebun). Jalan akses biasanya mempunyai beban yang cukup berat
karena dilewati oleh truk atau kendaraan dengan kapasitas muatan besar (bisa
sampai 40 ton) seperti truk pengangkut pupup, truk kernel, mobil tangki CPO dll.
JALAN
1. Jalan Utama (Main Road)
Adalah jalan
yang menghubungkan antara kantor kebun dengan afdeling, antar afdeling dan
jalan akses keluar dari emplasmen ke luar kebun
Lebar jalan
adalah 8 m, dengan rincian 5 meter badan
jalan, serta 1 x 2 m bahu jalan dan 0,5 x 2 adalah parit jalan
Dalam pembuatan
jalan Utama, tidak ada barisan tanaman yang hilang
Pembuatan jalan
dilaksanakan secara mekanis dengan permukaan jalan cembung serta kiri kana
dibuat parit.
Jalan yang
dibuat antar blok dengan arah Utara –
Selatan dan digunakan sebagai sarana transportasi panen dan pemupukan,
serta fungsi lainnya.
·
Setiap batas
tertentu, biasanya 100 m dibuatkan TPH (Tempat Pengumpulan Hasil)
Dalam Pembuatannya
akan ada baris tanaman yang hilang.
Letak jalan
adalah ditengah blok antara Timur – Barat
Dalam
pembuatannya adanya tanaman yang hilang
·
Berfungsi
sebagai sarana pengangkutan buah dari blok ke TPH, juga untuk sarana
pengangkutan pupuk dan bahan kimia langsung ke dalam blok
Dalam hal
pemeliharaan jalan di gabungkan pada saat perawatan blok yang bersangkutan
Adalah jalan
kecil yang dibuat sejajar dengan baris tanaman Utara – selatan
Berfungsi
mengangkut tandan buah ke TPH, atau fungsi lainnya terutama pemupukan
Lebar jalan
0,75 s/d 1 m dan badan jalan dibiarkan tertutup rumput tipis, dan setiap 3
bulan sekali dilakukan perawatan
yang dibuat dan terletak di batas luar afdeling dan juga sebagai batas
afdeling, dan berfungsi sebagai pengawasan jaringan
Utama
Jalan utama
harus dirawat secara mekanis/greader dan pengikisan dilakukan setipis mungkin,
dan permukaan tanah diusahakan tetap dalam keadaan cembung.
Permukaan
tanah di giling dengan menggunakan Roadroller dan diberi lapisan batu yang
tipis atau cangkang.
Tempat tempat
yang terus menerua rusak harus menjadi prioritas utama dalam perawatan
Produksi dan Pringgan
Perawatan
dilaksanakan dengan manual dan bersamaan dengan perawatan blok tanam
bersangkutan
Pemakaian
batu di taburkan sebanyak 2 x dalam setahun atau 3 m³ /km ( 3 meter kubik/km)
Penaburan
cangkang 4 x dalam setahun atau 3m³ /km
Permukaan
jalan harus tetap dipertahankan dalam kondisi cembung
3. Pemeliharaan
jalan secara mekanis dengan menggunakan greader 4 x dalam 1 tahun Jalan Utama. Main Road
Graeder
Parang/egrek
Cangkul/sekop
Batu-batuan
Cangkang
Road Roller
dan traktor
jalan mekanis
Material pengerasan yang ada di tepi jalan dikembalikan
pada badan jalan
Bentuk kembali badan jalan dan dibuat chamber serta tali
air yang cukup sekitar 25 atau 50 meter satu tali air ke parit/tepi badan
jalan.
Road roller melakukan pemadatan di belakang graeder
setelah 1 km jalan di grading.
Hanya dilakukan grading ringan pada badan jalan yang
sudah keras/padat dan pisau tidak menggali terlalu dalam
Pada musim kering prioritas pada rendahan. Pada musim
hujan tidak diperkenankan grading jalan.
Pertahankan bentuk permukaan jalan selalu cembung.
Norma 3 HM/Km
atau 8 HM/2.5 Km atau sekitar 2.5 km/hari
Manual :
Lakukan tunas pelepah jalan agar cahaya matahari tembus
ke badan jalan, terutama di jalan koleksi.
Potong ½ dari panjang pelepah pada 3 lingkaran daun
terbawah.
Pada kondisi
jalan berlobang dirawat manual dengan mengisi batu-batu atau gunakan
cangkul untuk menutup lobang dari material sekitar.
Buang air yang tergenang di badan jalan melalui tali air
ke blok atau parit.
Bersihkan
jembatan dari tanah-tanah diatas jembatan.
Bersihkan
kayu-kayu atau rumput yang menghambat aliran air di bawah
jembatan/gorong-gorong.
Norma : 0.06 Hk/Ha potong
pelepah dan 0.06 Hk/Ha untuk manual jalan dan 0.06 Hk/Ha rawat jembatan
dengan prosedur pengerasan awal (dalam SOP……….TBM). Namun spesifikasinya dengan ketebalan 5 cm dan
lakukan penyisipan pada lokasi yang tidak dikeraskan lagi namun terdapat
kerusakan/lobang. Khusus untuk akses
road dan key road harus disisip setiap tahun.
VII. PELAPORAN
asisten mengenai jumlah m3/ton material, jumlah panjang jalan, jenis jalan,
lokasi timbun, No BPB. Juga laporan hasil kerja manual seperti: Panjang jalan,
Identitas jalan, No blok dan Jumlah Tenaga kerja
Setiap minggu asisten yang bertanggung jawab harus
membuat laporan dan analisa hasil kerja dan pengukuran dari pos masuk, lokasi
terima matrial dan catatan dari quari kemudian dilaporkan ke manajer unit.
tanah. Daerah yang bergelombang memerlukan sedikit drainase, sedangkan daerah
rendahan dan daerah bertekstur liat dekat sungai membutuhkan drainase yang
lebih banyak.
adalah menentukan lokasi outlet dari areal dan meluruskan parit alam sehingga
aliran air akan mengikuti kemiringan areal. Dalam membuat perencanaan sistem drainase,
harus dipertimbangkan agar areal gambut tidak mengalami overdrain yang dapat
mengakibatkan lapisan gambut menyusut dengan cepat dan lapisan atas mengalami
pengeringan yang berlebihan yang tidak dapat dikembalikan (irreversible).
kedalamannya supaya senantiasa berada dibawah level air yang perlu
dipertahankan yakni 60 – 70 Cm di bawah permukaan tanah untuk menghindari pyrit
teroxidasi menjadi sulfat masam dan meningkatkan kemasaman tanah. Untuk kedua
areal, sistem drainase dan water management (pengelolaan air) adalah prioritas
utama, bila melakukan usaha kebun kelapa sawit di antara areal tersebut.
dengan water manajemen atau pengelolaan air. Terutama pada kondisi gambut dan
rendadan. Penting untuk dilakukan dengan menginventarisasi kondisi rawan banjir
/ tergenang pada saat hujan. Kemudian hal – hal yang harus disiapkan untuk
memperbaiki saluran Drainase, adalah sbb:
Pencucian
pain main dan MR
Pembuatan
benteng sepanjang pinggiran rawan luapan air
Pembuatan
pintu air pada outlet yang dipengaruhi
pasang
Pembuatan tanggulan dalam blok untuk digunakan sebagai
jalan panen
Penutupan inlet dengan pintu air agar tangkapan
diminimalkan dari lokasi sekitar
Lakukan leveling untuk mengatur arah aliran sehingga
meminimalkan terjadi kebanjiran dalam blok – blok
Buat tapak
timbun individu tanaman
Kondisi Kemarau
Dibuat bendungan atau water weir didalam parit CR agar
ketinggian air terjaga tetap sekitar 60 – 75 cm dibawah permukaan tanah blok
Dibuat bendungan dengan menggunakan karung bekas diisi
tanah dilokasi PMR parit.
Excavator PC 200
Balok/kayu
Plat besi
Peralatan Survey
Stik/papan dengan skala ukur ketinggian air dalam parit.
Pencucian
parit oleh excavator sekitar 2 tahun sekali untuk parit outlet
Pencucian
parit oleh excavator sekitar 2 tahun sekali parit CR dan MR
Pembuatan
pintu air pada setiap outlet
Pembuatan
benteng setinggi 2 meter dari permukaan tanah atau disesuaikan dengan
ketinggian air yang meluap ke dalam areal setiap tahun nya
Pembuatan tanggulan pada jalan panen dengan ukuran lebar
1 meter dan tinggi 25 cm dari paras air yang biasanya tergenang setiap tahun
Penutupan Inlet air dari lokasi sekitar dengan timbun
atau gunakan gorong-gorong kecil atau pintu air juga.
Agar tanaman tidak tergenang maka tanaman ditimbun
perakarannya setinggi paras air yang biasanya menggenangi areal
Pembuatan Water weir atau bendungan dalam parit di CR
setinggi 50 cm dibawah permukaan tanah
dan ditempatkan pada bagian ujung parit CR yang rendah.
Standard dan Norma Kerja Alat
Cuci parit 50% Pertahun
lokasi, Jumlah HM, Jumlah BBM, Jumlah pelumas, dll.