
TANJUNG SELOR – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bulungan, Nicodimus mengungkapkan, besarnya investor perkebunan kelapa sawit menguasai lahan di satu sisi berdampak positif, tetapi juga di sisi lain menimbulkan keresahan karena mengancam lahan-han pertanian dan perkebunan milik warga local.
Pasalnya kehadiran bisnis para pengusaha besar disektor kelapa sawit itu bisa mematikan usaha pertanian rakyat.
Ia khawatir, jika tidak diantisipasi bakal mengancam target program food eastete atau kawasan pangan terpadu di areal seluas 30 ribu hektare di sepanjang Delta Kayan. Padahal pembangunan kawasan terpadu ini diharapkan akan menjadi lumbung beras nasional.
“Yang lebih memprihatinkan lagi, lokasi perkebunan sawit kebanyakan berada di kawasan yang masih produktif sebagai lahan pertanian dimaksud. Jika tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat lah yang akan menanggung kerugian. Mereka yang semestinya dapat bercocok tanam dengan berbagai komuditas pertanian itu, akan mengalami penyempitan lahan,” kata Nicodimus, seperti ditulis Berita Kaltara, Selasa (31/3/2015).
Menurutnya, petani di Kabupaten Bulungan rentan terhadap godaan pengusaha yang datang ingin membeli lahan mereka. Apalagi dengan iming-iming uang besar, petani bisa luluh dan beralih pekerjaan yang lain. (T3)