
MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Senin (9/3/2015), mengatakan nilai ekspor Sumut ke Tiongkok pada Januari 2015 turun sekitar 62,22% menjadi US$38,38 juta jika dibandingkan Januari 2014 yang mencapai US$101,59juta.
Padahal kata Kepala BPS Sumut, Wien Kusdiatmono, tahun lalu Tiongkok tercatat sebagai negara nomor satu importir barang dari Sumut. Tetapi saat ini posisi tersebut direbut Amerika Serikat dengan nilai US$83,96 juta.
“Ekonomi di Tiongkok memang belum sepenuhnya pulih. Tekanan deflasi di negara itu terus menguat sehingga banyak investor yang menahan investasi. Dampaknya sangat luas, salah satunya permintaan di pasar ekspor menurun,” paparnya kepada MedanBisnis.
Penurunan ekspor ini diantaranya disebabkan turunnya permintaan minyak sawit mentah (CPO) dan karet olehTiongkok, masing-masing hanya mencapai US$8,40 juta (anjlok 79%) dan US$4,68 (anjlok 72%). (T3)