
BENGKULU – Masih rendahnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bengkulu lantaran perhitungan ongkos angkut yang lebih besar, berbeda dengan Provinsi Riau dan Sumatera Utara yang TBS bisa langsung dilakukan ekspor ke tempat tujuan. Demikian kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan, Selasa (31/3/2015).
Harga TBS di Bengkulu saat ini berkisar Rp1.411/kg atau lebih baik dibandingkan sebeleumnya. Tetapi karena tingginya ongkos angkut, secara tidak langsung harga Sawit dari Bengkulu masih jauh tertinggal ketimbang daerah lain.
“TBS sawit yang ada di Bengkulu juga tidak pernah dibeli pihak pabrik dibawah harga ketetapan pemerintah daerah, tetapi memang ada potongan yang sudah bersifat resmi ditetapkan pihak pabrik,” jelasnya
Selain itu katanya, sebagaimana dilansir KBRN, TBS dari Bengkulu tidak langsung di ekspor ke tempat tujuan, melainkan terlebih dahulu harus di bawa ke daerah lain, seperti Provinsi Lampung dan Pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat.
“CPO dari Bengkulu banyak dibawa ke Lampung dan Padang, karena Pelabuhan Pulau Bai kita belum memadai untuk melakukan ekspor CPO, terminal curah cair belum ada,” ungkap Ricky. (T3)