
KUCHING – Pengusaha dan petanni komoditas kelapa sawit di Sarawak terpaksa menanggung kerugian lebih RM100 juta sepanjang tahun lalu disebabkan kegiatan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang semakin merajalela.
Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi, Datuk Seri Douglas Uggah Embas mengungkapkan, perkiraan nilai kerugian itu berdasarkan 309 laporan polisi yang dibuat sepanjang tahun lalu sehubungan kasus tersebut melibatkan area tanaman seluas 18,839 hektar di seluruh negeri.
“Untuk memberantas kegiatan yang dikhawatirkan akan mempengaruhi industri sawit itu, pihaknya meluncurkan OP Sawit mulai 1 Juli tahun lalu. Hasil operasi khusus oleh aparat penegak Dewan Minyak Sawit Malaysia ( MPOB ) itu, beberapa pedagang dan produsen kelapa sawit sudah dikenakan tindakan hukum karena ditemukan membeli buah sawit dari pencuri,” jelasnya seperti dikutip BHarian, Kamis (19/3/2015). (T3)