Agen Sorax Sadap Latex – Sorax Sachet – Agen Sorax - Jual Sorax Perangsang Getah Karet Harga Murah

Indonesia Kerap Kalah Gesit Dari Malaysia | Indonesian Palm Oil Magazine

JAKARTA – Ketatnya persaingan pasar CPO global akibat melimpahnya produksi, dimanfaat Malaysia untuk terus membidik pasar CPO potensial. Sebaliknya Pemerintah Indonesia ditengarai kerap kalah gesit.

Kendati sudah mulai nampak ada peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) di dunia, harga CPO tidak lantas berfluktuasi tajam.  Merujuk prediksi Direktur Eksekutif Oil World, Thomas Mielke, total ekspor minyak dan lemak Indonesia dan Malaysia mencapai sekitar 43,6 juta ton sepanjang periode 2012/2013, atau sekitar 58% dari total ekspor minyak dan lemak dunia.

Sementara itu pada periode 2013/2014 total ekspor CPO dunia tercatat anjlok untuk pertama kalinya sepanjang 16 tahun terakhir. Kondisi demikian papar Thomas, dimungkinkan dari dampak meningkatnya permintaan minyak nabati lain, untuk pertama kalinya selepas 25 tahun, didorong dengan meningkatnya lahan dan produktivitas. Peningkatan itu setengahnya berasal dari komoditas minyak nabati kacang-kacangan.

Hanya saja, perpindahan penggunaan minyak nabati ini bakal terjadi cukup lambat lantaran terbatasnya lahan budidaya, dimana potensi terbesar berada di wilayah Russia dan Brazil, yang menyumbang pertumbuhan ganda sepanjang 6 tahun terakhir.

Kabarnya, pada periode 2013/2014, Amerika Serikat dan wilayah Amerika Selatan bakal meningkatkan ekspor 10 komoditas minyak nabatinya menjadi sebanyak 131 juta ton, dimana sekitar 95% merupakan ekspor minyak kedelai atau sebanyak 109 juta ton.

Pada 2020 mendatang, Brazil dan Argentina memiliki target hasil produksi kedelainya sekitar 162 sampai 167 juta ton, atau ditarget naik sekitar 22% dari produksi kedelai sebelumnya hanya mencapai 130 juta ton.

Kondisi demikian berpengaruh pada pasokan yang terus melonjak, utamanya dari komoditas kedelai, bunga matahari, kanola dan inti sawit. Akibatnya pada periode 2013/2014 terdapat penambahan produksi sampai 28 juta ton, sehingga mendorong meningkatnya stok sampai 8 juta ton.

Jelas dengan persaingan produksi mendorong harga minyak sawit yang sepanjang 2014 silam anjlok 15% dibandingkan dengan harga rata-rata CPO di 2013. Kondisi demikian, mendorong berbagai alternatif penyerapan CPO setinggi-tingginya, semisal menerbitkan kebijakan penerapan mandatori biodiesel yang dilakukan pemerintah Indonesia, kandati sampai awal 2015 hasilnya belum juga maksimal. Demikian pula Malaysia yang berencana menaikan penyerapan campuran biodieselnya dari 7% menjadi 10% sesegera mungkin di 2015.

Hanya saja pemerintah Malaysia lebih gesit ketimbang Indonesia untuk masalah penyerapan CPO setinggi-tingginya. Lantaran pada kenyataannya untuk meningkatkan penyerapan CPOnya, Malaysia tidak hanya bergantung dari penerapan kebijakan peningkatan penggunaan campuran biodiesel, namun juga tetap membuka pasar untuk pasar-pasar CPO potensial. (T2)

Untuk lengkapnya baca di InfoSAWIT Edisi Maret 2015

Advertisements
Category: harga sawit