
WASHINGTON – Pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit adalah masalah “teknis” yang seharusnya tidak dikaitkan dengan pembicaraan perdagangan, menurut seorang pejabat dalam konferensi lahan dan kemiskinan.
Meningkatnya permintaan global untuk kelapa sawit memicu deforestasi pesat di Indonesia, dengan tingkat lebih cepat dibandingkan dengan wilayah Amazon di Brazil, membuat Indonesia termasuk penyumbang besar pemanasan global.
Namun asisten Deputi kehutanan di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Prabianto Mukti Wibowo, mengatakan dalam konferensi Bank Dunia mengenai lahan dan kemiskinan yang diadakan di Washington minggu ini bahwa deforestasi merupakan kekhawatiran negara kaya.
“Kami tahu bahwa pelanggan utama kami tidak khawatir dengan deforestasi,” ujarnya, seperti ditulis Reuters, Kamis (26/3/2015)
Ia menjelaskan negara-negara Asia, dipimpin oleh India, China dan Pakistan, membeli 55% ekspor minyak kelapa sawit Indonesia, sementara Eropa membeli hanya 8%. Namun Eropa memberi banyak tekanan pada Indonesia untuk tidak menebang dan membakar hutan untuk membuka perkebunan. (T3)