
PEKANBARU –Asian Agri yang saat ini tercatat sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan kelola 160.000 hektar, dimana 60.000 hektarnya milik petani plasma, tengah berencana untuk melakukan peremajaan (replanting) di areal kebun milik mitranya dengan pola Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA).
Head Plasma Asian Agri, Pengarapen Gurusinga mengatakan, peremajaan ini nantinya harus menggunakan bibit yang baik agar produktivitas petani meningkat.
“Kita sudah sukses dengan generasi pertama dan saat ini sudah saatnya melakukan replanting dengan motto, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,” paparnya pada acara Eksibisi Bibit Topaz, Selasa (10/3/2015),
Ia menjelaskan, saat ini kebun-kebun inti Asian Agri sudah menggunakan bibit unggul Topaz, dan hasilnya sangat memuaskan. Tanaman petani plasma pada usia tanam tahun pertama hasilnya hanya dikisaran 8 sampai dengan 9 ton per hektar, maka dengan menggunakan bibit Topaz di tahun pertama hasilnya bisa mencapai 13 sampai dengan 20 ton per hektar.
“Hal ini sudah terbukti di kebun-kebun inti Asian Agri, jadi bibit Topaz itu sudah teruji dan terbukti,” jelasnya, seperti dikutip Bertuah Pos.
Head OPRS, Ang Boon Beng menambahkan, bahwa Topaz merupakan bibit sawit unggul hasil produksi dari OPRS (Oil Palm Research Station) Asian Agri, yang berlokasi di Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau.Bibit Topaz juga sudah mendapatkan izin dari Kementerian Pertanian RI Nomor 57-60/KPTS/SR.120/I/2004. (T3)