
NEW DELHI – Kepala Ilmu Benih di Indian Agricultural Research Institute (IARI), DK Yadav mengatakan, hujan baru-baru ini di barat laut India bisa memberikan implikasi positif bagi meingkatnya produksi rapeseed. Tetapi jika hujan turun dalam waktu yang lama justru sebaliknya, bakal menurunkan produksi, sehingga meningkatkan peluang impor minyak nabati yang mencapai rekor tertinggi untuk tahun ke empat.
“Hujan baru-baru ini membawa suhu ke tingkat menguntungkan yang menjanjikan hasil minyak yang lebih baik, tapi kami masih harus melihat bagaimana suhu tetap sampai akhir bulan ini,” katanya, seperti dilansir Reuters, Rabu (11/3/2015).
Panen rapeseed akan dimulai dalam 10 hari ke depan dan jika hailstorms terwujud, tanaman bisa rusak parah. Hujan terus menerus juga akan meningkatkan ancaman dari hama.
Lebih lanjut jelas Yadah, produksi yang lebih rendah dari tanaman bisa mendongkrak permintaan impor minyak nabati ke rekor tertinggi, terutama dari importir kelapa sawit dunia yakni Indonesia dan Malaysia. (T3)