
JAKARTA – Managing Director Sinar Mas Group, Gandi Sulistyanto mengatakan, saat ini tidak ada lagi subsidi bahan bakar nabati (BBN) yang ada inisiatif dana pungutan dari ekspor minyak sawit mentah (CPO) Supporting Fund (CSF) sebesar US$50 per ton dan produk turunan CPO US$50 per ton yang salah satunya digunakan untuk pembiayaan biodiesel.
Pasalnya harga CPO dunia kini dibawah US$750 per ton yang merupakan patokan pengenaan pajak ekspor atau bea keluar (BK) CPO. Artinya pemerintah tidak bisa mengenakan BK CPO.
Oleh karenanya pemerintah meminta industri untuk sedikit mau berkorban walaupun itu dibawah US$750 per ton yang kemudian dikumpulkan sejumlah dana dari dana pungutan CSF untuk mensubsidi industri biodiesel. “Setelah ini pemerintah tidak akan memberikan subsidi untuk bahan bakar nabati (BBN), yang ada adalah dana dukungan CSF,” tuturnya di Jakarta, Senin (6/4/2015).
Dijelaskannya bahwa inisiatif CSF bukan diambil oleh pengusaha tetapi pemerintah itu sendiri, lantaran pemerintah ingin membuat peraturan terobosan.
“Karena kalau pemerintah tidak melakukan apa-apa yang terjadi nanti efek domino, tapi dengan ini akan menimbulkan bola salju yang lebih bagus,” ujarnya. (T3)