
MEDAN – Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean Provinsi Sumatera Utara tengah memfokuskan pada komoditi Kelapa Sawit sebagai export oriented yang dulunya TBS (Tandan Buah Segar).
Hal tersebut dikatakann Staf ahli bidang ekonomi, SDA, dan keuangan Gubsu, Rialdi Lubis, saat menghadiri Seminar MEA yang diaksanakan oleh Masyarakat Ilmuan Teknologi Indonesia Kluster Mahasiswa (MITI-KM) se-Sumbagut pada hari Sabtu (4/4/2015) di Aula Teknik USU.
Dilansir dari laman Garda Media, Rialdi menjelaskan bahwa dari segi pemberdayaan masyarakat, pemerintah gubsu juga berfokus pada UKM (Usaha Kecil Menengah) yang dilakukan melalui program BLK (Balai Latihan Kerja). Hal ini guna memanfaatkan keterampilan dan produksi masyarakat mulai dari keterampilan, produksi hingga kualitas. Contohnya dana CSR, yaitu BUMN yang digunakan untuk UKM.
Ia mengatakan produk UKM sudah banyak yang disebarkan ke luar negeri (eksport oriented). Jadi, dari semua sektor itu kita harus bergerak cepat agar siap menghadapi MEA yang gongnya akan bergema secara resmi mulai januari 2016.
“Indonesia sudah bisa mengimplementasikan MEA sebesar 83%. Saat ini Sumut sedang membenahi infrastruktur seperti jalan raya, dan penambahan daya listrik sebesar 400 MegaWatt,” ujarnya. (T3)