
JAKARTA – Lembaga sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), mengungkapkan bahwa lebih dari 200 petani di desa Dosan, kabupaten Siak, Provinsi Riau yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Bungo Tanjung kini telah bergabung dengan RSPO.
Kepala Desa Dosan dan Badan Pengawas KUD Bungo Tanjung, Firdaus mengatakan, bergabungnya anggota KUD Bungo Tanjung ke RSPO ini agar petani menjalankan praktek-praktek yang berkelanjutan dan juga meningkatkan penghasilan.
“Dengan bergabungnya dengan RSPO, semoga bisa berperanan untuk memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat ataupun para petani swadaya (mengenai praktek-praktek berkelanjutan). Dan hal ini tidak terlepas dari (upaya) peningkatan produksi dan penghasilan petani,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam perjalanannya menerapkan praktek terbaik dan berkelanjutan, desa Dosan didukung oleh lembaga swadaya masyarakat Perkumpulan Elang dan Greenpeace untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawitnya sambil menghindari perluasan perkebunan ke lahan gambut dan kawasan hutan.
Bergabungnya KUD Bungo Tanjung ini di sambut baik oleh Direktur RSPO Indonesia, Desi Kusumadewi. Menurutnya keterlibatan petani sawit sangat penting untuk mencapai minyak sawit berkelanjutan dikarenakan 40% produksi minyak sawit dunia berasal dari petani.
“Saya sangat bangga dan senang dengan bergabungnya para petani KUD Bungo Tanjung ke dalam RSPO. Dengan pengalaman dan komitmen mereka untuk mengelola perkebunan sawit yang lestari, tidak hanya mereka meningkatkan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat, namun juga mendukung kelestarian alam dengan menjaga kawasan hutan. Komitmen dan pencapaian mereka merupakan suatu hal yang dapat kita banggakan dan hal ini menunjukkan petani swadaya pun dapat berkontribusi untuk produksi sawit berkelanjutan,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima InfoSAWIT, Selasa (24/3/2015). (T3)