
MEULABOH – Produktivitas petani kelapa sawit di Provinsi Aceh belum bisa mendongkrak perekonomian mereka. Hal ini lantaran mayoritas petani dalam proses penanaman masih menggunakan bahan tanaman palsu.
Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menyebutkan, bahwa 80% petani sawit di Aceh menggunakan bahan tanaman tidak unggul.
“Kalau tanaman unggul digunakan berdasarkan penelitian bahan tanaman kita bisa berproduksi 32 ton sampai 39 ton per hektar pertahun, sementara kalau tidak mengunakan bahan unggul paling bisa cuma 10 ton per hektar/tahun. Bayangkan jauhnya sangat rugi petani, kalau masyarakat pingin maju gunakanlah tanaman unggul,” jelas Ketua PPKS Medan, Fakhullah, Rabu (11/3/2015).
Katanya, sebagaimana dilansir Antara Aceh, ditargetkan sampai 2017 PPKS menjajaki kerjasama dengan pemerintah Aceh untuk program prowita mencapai 5.000 hektar. Tujuannya untuk menjangkau sentra perkebunan rakyat dan member akses gampang kepada petani Aceh. (T3)