
SAMARINDA – Direktur Peternakan Direktorat Jenderal Kesehatan Hewan dan Peternakan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro, pada Jumat (6/3), mengatakan keberadaan lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 1,2 juta hektar di Kalimantan Timur ternyata dapat dimanfaatkan maksimal untuk mendukung pengembangan subsektor peternakan, khususnya ternak sapi.
“Bagi orang peternakan untuk lahan perkebunan kelapa sawit merupakan lumbung pakan ternak yang tertidur. Kita butuh sapi agar ikut dikembangkan di lahan-lahan tersebut,” katanya seperti di beritakan portal resmi Pemprov Kaltim.
Apalagi lanjutnya, di lahan-lahan perkebunan kelapa sawit ini terdapat banyak limbah tanaman yang dibuang namun dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi, sehingga perusahaan tidak terlalu sulit untuk membuang limbahnya.
Semisal, pelepah maupun tandan kelapa sawit serta tanaman liar yang tumbuh di sekitar pohon dapat dijadikan makanan bagi ternak sapi. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan kemudahan bagi perusahaan mengelola kebun sawit.
Selain itu, limbah ternak berupa kotoran dan air kencing sapi dapat diolah menjadi biogas serta pupuk organik yang dapat dimanfaatkan bagi tanaman kelapa sawit. Integrasi ini sangat memberikan keuntungan bagi kedua pihak (petenak dan pekebun sawit). (T3)