
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) mengungkapkan bahwa beroperasinya pabrik kelapa sawit di daerah tersebut sudah berupaya membantu pemerintah dalam memerangi terjadinya perubahan iklim sekaligus mengatasi krisis listrik yang kini terjadi di Riau.
“Suatu pujian bagi perusahaan perkebunan yang telah mengolah limbah jadi energi listrik untuk konsumsi sendiri atau kepada masyarakat melalui PLN,” ungkapr Kepala Seksi Pengembangan Usaha Perkebunan Disbun Provinsi Riau, Sri Ambar di Pekanbaru, Senin (23/2/2015).
Menurutnya keberadaan lima perusahaan pabrik kelapa sawit di Riau dinilai membantu pemerintah provinsi dalam mengatasi terjadinya krisis listrik di daerah itu.
Melansir Riau Headline, berdasarkan data terakhir Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2014 menyebutkan baru sekitar 61 persen ratio elektrifikasi listrik di provinsi tersebut yang memiliki 12 kabupaten/kota terutama pada tingkat kabupaten seperti wilayah pesisir.
Kelima pabrik kelapa sawit tersebut yakni PT Musim Mas Pangkalan Kuras di Kabupaten Pelalawan yang menghasilkan listrik dua MW, kemudian perusahaan yang sama dan berada di Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan menghasilkan listrik 1,5 MW.
Lalu PT Meskom Agrosarimas di Kabupaten Bengkalis menghasilkan listrik 2 MW, PT Arya Rama Perkasa di Kabupaten Rokan Hulu menghasilkan listrik satu MW dan PT Perkebunan Nusantara V Tandun di Kabupaten Kampar menghasilkan listrik 1,3 MW. (T3)