Agen Sorax Sadap Latex – Sorax Sachet – Agen Sorax - Jual Sorax Perangsang Getah Karet Harga Murah

Saatnya Generasi Muda Pimpin GAPKI | Indonesian Palm Oil Magazine

JAKARTA/INFOSAWIT –Kepengurusan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berakhir pada Februari 2015 ini. Berlokasi di Bali, Musyawarah Nasional (Munas) GAPKI yang diadakan sepanjang 26-27 Februari 2015, bakal memilih kepengurusan baru GAPKI untuk periode 2015-2018.

Banyak harapan yang disandarkan pada organisasi para pelaku usaha kelapa sawit nasional ini, guna menjadi organisasi yang lebih kuat dan dinamis,  apalagi industri kelapa sawit nasional acap dihadapkan pada persoalan klasik yang tak pernah tuntas, seperti regulasi yang kurang kondusif, tekanan isu lingkungan, persoalan tumpang tindih perijinan lahan dan Perda Daerah yang kerap merugikan.

Jelas, kepengurusan GAPKI kedepan sudah sebaiknya di isi oleh sosok yang energik dan gesit, sebab itu kalangan muda yang lebih fresh dan gesti, harapannya bakal bisa memberikan hasil kerja organisasi yang maksimal.

Advertisements

Terlebih menurut penuturan pelaku sawit, Maruli Gultom, GAPKI kerap mengulangi kesalahan dengan tidak gesit dan responsif terhadap kebijakan atau isu yang muncul, misalnya saat diterbitkannya beberapa Peraturan Perundangan (Perpu) atau Peraturan Menteri (Permen) yang kerap menyudutkan industri sawit saat ini. “Dari tahun ke tahun kondisi kita tidak semakin kondusif, tetapi malah semakin berat,” kata pria yang tercatat pula sebagai Komisaris di beberapa perusahaan perkebunan sawit itu.

Semestinya kata dia, menggarap asosiasi semestinya dilakukan secara fokus dan serius, seperti yang dilakukan Malaysian Palm Oil Association (MPOA). “GAPKI ini kan seperti kerja sambilan, kalau ada keributan baru rapat,” tambah Maruli.

Padahal peranan organisasi atau asosiasi itu sangat penting, jadi bila dilakukan dengan perilaku yang lama, hanya bakal membuat industri sawit semakin berat saja. Terlebih NGO lingkungan internasional sudah masuk dan selalu memanfaatkan kelemahan orang lokal, populisnya sifat para pemimpin bangsa dan yang perlu diingat kata dia, NGO internasional itu kerap didukung oleh para profesor (Phd). “Jadi tidak bisa dilawan dengan cara gampang-gampangan, seharusnya diimbangi dengan orang yang profesional di asosiasi,” kata Maruli.

Lebih lanjut tutur Maruli Gultom, sudah selayaknya asosiasi ini di kelola oleh anak-anak muda, sebab Maruli meyakini anak muda memiliki kinerja kuat dan mampu bergerak secara dinamis. “Lebih kuat pemikirannya dan ototnya, orang tua punya pemikiran tapi otot sudah loyo,” katanya sambil tersenyum. (T2)       

 

Advertisements
Category: harga sawit