Agen Sorax Sadap Latex – Sorax Sachet – Agen Sorax - Jual Sorax Perangsang Getah Karet Harga Murah

Makin Berjaya Selepas Bisnis Tembakau

Putera Sampoerna berani membuat terobosan dan inovasi dalam berbisnis. Strateginya melepas bisnis rokok Sampoerna dinilai berani. Membangun kelompok usaha Sampoerna Strategic yang membawahi sektor agribisnis, keuangan, telekomunikasi, dan kayu.

Tahun 2005, pengusaha dan masyarakat Indonesia dikejutkan dengan penjualan saham mayoritas PT HM Sampoerna Tbk  ––  saham yang dibeli milik keluarga Sampoerna ––  kepada Phillip Morris International. Sampoerna yang dikenal pelopor rokok rendah tar dan nikotin, termasuk pemain tiga besar industri rokok nasional. Strategi yang diambil Putera Sampoerna menghasilkan nilai transaksi  sebesar US$ 5,2 miliar.

Sebagai pengusaha berpengalaman, Putera Sampoerna tidak sembarangan mengambil keputusan ini. Keputusan ini diambil karena rokok makin sulit berkembang di masa depan. Itu sebabnya, pria kelahiran Schidam Belanda, 13 Oktober 1947, fokus kepada bisnis lain. Dari hasil penjualan saham, dia menata kerajaan bisnisnya dibawah Grup Sampoerna Strategic.

Advertisements

Sampoerna Strategic fokus kepada empat sektor yaitu agribisnis (Sampoerna Agro), keuangan (Bank Sampoerna), telekomunikasi (Ceria), properti, dan produk kayu (Samko Timber).  Salah satu unit bisnis sawitnya adalah PT Sampoerna Agro Tbk. Perusahaan ini mencatatkan dirinya di bursa saham pada pertengahan Juni 2007. Jumlah saham yang ditawarkan kepada publik sebesar 24,4% dan diperkirakan dapat menghimpun dana sebesar Rp 1 triliun.

Pada 2007, PT Sampoerna Agro Tbk mengoperasikan lima unit anak usahanya yaitu PT Telaga Hikmah, PT Aek Tarum, PT Mutiara Bunda Jaya, PT Gunung Tua Abadi dan PT Binasawit Makmur. Seluruh perusahaan berada di wilayah Sumatera. Selain itu, unit usaha lain berada di Kalimatan yaitu PT Sungai Rangit.

Awalnya, perusahaan mengelola kebun inti sekitar 36.957 hektare dan luas kebun petani plasma yang dibina Sampoerna Agro 41.382 hektare. Per 31 Desember 2007, status HGU lahan perusahaan 52.237 hektare dan dalam ijin lokasi 90.396 hektare. Kegiatan perusahaan ditopang kapasitas pabrik berjumlah 350 ton TBS per jam pada 2007.

(Lebih lengkapnya baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi Januari-Februari 2015)

Sumber foto: sampoernafoundation

Advertisements
Category: harga sawit