Agen Sorax Sadap Latex – Sorax Sachet – Agen Sorax - Jual Sorax Perangsang Getah Karet Harga Murah

Hutan Kota Srengseng, oase hijau di Jakarta Barat



Advertisements

Tak disangka, di kawasan Jakarta Barat yang gersang dan padat penduduk terdapat oase hijau bernama Hutan Kota Srengseng. Saya mengetahui keberadaan hutan ini dari petunjuk jalan. Bila kita melewati Jalan Raya Pos Pengumben ke arah Jalan Joglo, di sana ditemukan plang berwarna coklat tua. Bertuliskan arah menuju Hutan Kota Srengseng. Memang plang tersebut merupakan penanda sejumlah tempat wisata di DKI Jakarta.

Meski sering melewati jalan tersebut, baru kali ini saya tergerak untuk mencari Hutan Kota Srengseng. Ternyata lokasinya sangat mudah ditemukan. Jaraknya dari Jalan Raya Pos Pengumben tak sampai 1,5 km. Petunjuk arahnya pun jelas memandu kita hingga ke lokasi. Dari luar, penampakannya tidak seperti hutan. Lebih mirip kantor instansi atau sekolahan, lengkap dengan gapura dan tugu berbentuk dinding yang menyembul dari rimbunnya pepohonan.

Advertisements

Secara administratif Hutan Kota Srengseng termasuk Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat. Terletak di Jalan Haji Kelik, dengan koordinat geografis 6º13’12”LS dan 106º49”BT, atau kalau mau cari di google maps koordinatnya -6.208783, 106.764093. Luasnya 15 ha, cukup luas untuk ukuran hutan kota. Hutan ini memiliki fungsi utama sebagai hutan konservasi dan daerah resapan air.

Hutan Kota Serengseng Jakarta Barat

 

Sejarah Hutan Kota Srengseng

Hutan Kota Srengseng disulap dari sebuah tempat pembuangan akhir sampah. Seiring dengan perkembangan waktu, tempat ini sudah tidak memungkinkan lagi menjalankan fungsinya. Oleh karena itu pemerintah DKI Jakarta mengubah fungsinya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Tempat ini direhabilitasi dengan sistem gali uruk (sanitary landfill). Timbunan sampah yang terkumpul di urug dan ditutup dengan lapisan tanah. Konon, metode ini meniru apa yang dilakukan Kota Seoul, Korea Selatan. Kota itu berhasil menyulap tempat pembuangan sampah menjadi taman hijau World Cup Park.

Hutan Kota Srengseng ditetapkan sebagai hutan kota lewat Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 202 tahun 1995. Dalam surat keputusan tersebut kawasan Hutan Kota Srengseng difungsikan sebagai daerah resapan air, pengawetan plasma nuftah, tempat wisata dan aktifitas masyarakat. Namun pembangunan kawasan sudah dimulai sejak tahun 1993. Bahkan, persiapannya seperti pembebasan tanah sudah dimulai sejak tahun 1986.

Wisata rakyat

Begitu memasuki gapura, kita akan dihadapkan pada portal sederhana seperti poskamling. Portal tersebut berfungsi sebagai loket tiket masuk. Tarif yang dipasang pengelola Hutan Kota Srengseng sangat terjangkau, untuk pejalan kaki Rp. 1000, bila membawa sepeda motor tambah biaya parkir Rp. 1000, sedangkan untuk kendaraan roda empat Rp. 2000.

Tempat parkir masuk menjorok ke dalam kawasan, pelatarannya cukup luas. Bisa menampung ratusan sepeda motor dan puluhan mobil. Tak jauh dari tempat parkir, berjejer kios-kios penjaja makanan dan minuman. Di seberang kios, terdapat arena bermain anak-anak. Karena sudah masuk dalam kawasan, tempat ini sudah cukup teduh dinaungi rimbunnya pepohonan.

Untuk merambah ke dalam hutan, tersedia beberapa jalur jalan setapak yang telah di pasangi conblock sekaligus juga sebagai jogging track. Jalan setapak tersebut mengarah ke beberapa objek di dalam kawasan hutan kota. Ada yang mengarah ke tepi danau, kawasan teater atau panggung terbuka, tempat panjat dinding, dan menelusuri rimbunnya pepohonan. Antara jalur satu dan lainnya saling terhubung.

Hutan Kota Serengseng Jakarta Barat

 

Kebanyakan profil pengunjung hutan kota adalah keluarga dengan beberapa anak kecil. Mereka datang untuk menikmati keteduhan dan ketenangan, duduk-duduk santai di pinggiran danau. Beberapa lagi, sayik memancing di danau. Tampaknya pengelola membebaskan pengunjung untuk memancing dan mengambil ikan di danau. Banyak juga pasangan muda-mudi yang asyik bercengkerama menikmati keteduhan hutan.

Hutan Kota Serengseng Jakarta Barat

 

Di tengah danau, terdapat daratan yang menyembul seperti pulau. Daratan tersebut ditumbuhi pohon-pohon dengan tajuk menaungi pinggiran danau, menambah kesan alami hutan kota. Di salah satu tepi danau, terdapat undakan berupa teater terbuka. Saat saya ke sana, keadaannya cukup bersih dan tertata. Konon, di tempat ini juga sering diadakan panggung hiburan pada momen-momen tertentu.

Hutan Kota Serengseng Jakarta Barat

 

Sayang, hutan kota seluas 15 hektar ini minim dengan fasilitas penunjang seperti toilet. Selama di sana saya hanya menemukan toilet di satu tempat, dekat dengan mushalla di dekat pintu gerbang depan. Tentu ini sangat kurang, apalagi bila pengunjung sedang banyak-banyaknya. Toilet berupa kamar mandi biasa dengan kloset jongkok, sepertinya tidak dirancang seperti toilet publik pada umumnya. Fasilitas lainnya, berupa arena bermain anak-anak cukup baik.

Hutan Kota Serengseng Jakarta Barat

Keanekaragaman hayati

Selain berfungsi sebagai penyangga tata air, Hutan Kota Srengseng juga merupakan tempat penyediaan keanekaragaman hayati. Dalam kawasan ini tumbuh 65 spesies pohon besar dari berbagai jenis dan tipe. Beberapa yang dominan terlihat diantaranya pohon-pohon akasia, ketapang, flamboyan dan jati. Di beberapa tempat juga terlihat pohon mahoni.

Selain pohon-pohon bertajuk tinggi, terdapat juga pohon-pohon yang lebih pendek seperti perdu dan tanaman merambat. Pohon-pohon ini membentuk hutan berstrata banyak, yang terdiri dari pohon bertajuk tinggi, pohon menengah, tanaman permukaan tanah dan tanaman merambat.

Menurut keterangan pengelola, di Hutan Kota Srengseng kepadatan rata-rata tumbuhannya mencapai 2570 spesies per hektar. Hampir semua pepohonan tumbuh atas campur tangan manusia, alias sengaja ditanam. Pohon-pohon di kawasan ini terdiri dari pohon buah dan bunga yang bisa mendatangkan serangga. Sehingga mengundang kawanan burung untuk tinggal dan menetap.

Disamping pepohonan, Hutan Kota Srengseng juga menjadi habitat berbagai satwa liar. Diantaranya jenis burung, tikus dan reptil seperti ular, biawak dan kadal. Burung yang kera ditemukan di kawasan ini adalah burung raja udang (Halyon Chloris) dan burung emprit (Longchura sp.)

Hutan Kota Srengseng dinilai cukup efektif menyerap gas karbon dioksida (CO2) dari atmosfer kota. Daya serapnya mencapai 88,15 ton CO2 per hektar. Jumlah cadangan karbon yang disimpan di hutan ini mencapai 24,04 ton per hektar.

Kami Juga Menyediakan Produk – Produk Unggulan dibawah ini

Kacangan Jenis CM Berat 1 kg

kacang kacangan penutup tanah (legume cover crops) dengan berbagai jenis ini merupakan tumbuhan yang berfungsi sebagai pengikat nitrogen sehingga kadar kelembapan tanah akan tetap terjaga. Fungsi dan kestabilan kelembapan ini biasanya dibutuhkan pada masa pertumbuhan pohon karet dan pohon sawit atau sejenisnya dalam

Selengkapnya

Raja Latex Pluss – Solusi Meningkatkan Hasil Sadap Karet, Mati Getah, Kulit Keras Pada Batang Karet

Pengeluaran Getah disadap 2 x lipat atau 40 – 70 % dan meningkatkan kandungan getah kering dan yang mati getah atau kekeringan bisa normal karena ada kandungan vitamin 40 % yang tidak dimiliki obat poles selain Raja Latex Pluss dan enzim 48 %

Selengkapnya

Jual Benih Sawit Lonsum, PPKS, dan Socfindo

Dari segi imbal hasil, secara umum bisnis kebun sawit memberikan return yang jauh lebih besar dibandingkan dengan property rumah, kHUSUS bAGI ANDA YANG MENCARI BENIH SAWIT UNGGUL KAMI MENYEDIAKANNYA. Kami Menyediakan Benih Sawit Lonsum, PPKS, dan Socfindo

Selengkapnya

NPK HUMAGROW HUMID ACID : 6-30-6 PLUS SPesial Khusus Pupuk Karet Dan Sawit, dan Tanaman Lainnya

Kelebihan Pupuk NPK Humagrow yaitu : Memperbaiki Unsur Unsur tanah dan tanaman keras, yang bisa menghasilkan 2 kali lipat dari hasil sebelumnya 1. Memperbaiki dan meningkatkan dan membentuk pertumbuhan Akar yang kuat 2. Tanah lebih Remah dan lebih lama menahan air, sehingga 99 % pemupukan bisa diserap oleh tanaman, dan

Selengkapnya

Pupuk Organik Buah dan Sayuran Alphamien , Membuat Tanaman Lebih Sehat dan Energik Hasil Panen Meningkat,

Alphamien – Nutrisi Organik Cair, Membuat Tanaman Lebih Sehat dan Energik
Hasil Panen Meningkat, Ramah Lingkungan aman untuk manusia dan ternak, Manfaat :

Sayuran, buah dan tanaman hias/bunga menjadi lebih bercahaya dan sehat
meningkatkan mutu dan bobot hasil panen
menghilangkan residu pestisida yang menempel didaun bunga dan buah

Selengkapnya

Previous

Advertisements
Category: Penyakit Karet